Kamis, 03 Oktober 2013

Vespa LX125

Vespa Hijaukan Ulang Tahun ke-67

   


Jakarta, KompasOtomotif – Vespa menginjak usia ke-67! Sudah tua! Namun gemanya, kini kembali membahana. Semangat itu pula yang diusung PT Piaggio Indonesia (Vespa Indonesia) untuk merayakan ulang tahun merek legendaris itu dengan tema "Festa di Famiglia" atau keluarga besar. 
Acara yang digerlar, Vespa Tree(s) Project atau penghijauan. Setiap anggota komunitas yang ikut Vespa Weekender di setiap minggu, dihitung dan harus menyumbangkan satu bibit tanaman untuk penghijauan kembali taman kota atau jalur hijau di akhir tahun. 
Pratiwi Halim, Direktur Pemasaran Vespa Indonesia mengatakan, program ini merupakan upaya komunitas untuk menekan emisi gas buang yang semakin tak terkendali. "Saatnya kami mendukung kegiatan give back to community dengan mengajak para pengendara Vespa menjadi donatur bibit tanaman," jelas nya.  

Rabu, 02 Oktober 2013

Ini Sebuah Inspirasi ku

      
























VESPA LXV 150 3V ie

   PT Piaggio Indonesia memperkuat jajaran produknya dengan menghadirkan model baru yakni all-new Vespa LXV 150i.e 3Valves. Peluncurannya sendiri memanfaatkan gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada akhir pekan kemarin di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Vespa LXV 150ie 3Valves menghidupkan desain klasik 1960 yang terlihat dalam bentuk dan fungsinya. Paduan plat krom rak belakang yang sempurna sesuai dengan desain vintage pada saddle, lampu depan dan dasbor klasik membuat Vespa LXV 150ie 3Valves menjadi model yang ikonik.

"Piaggio akan melanjutkan kepemimpinannya disegmen skutik premium dengan membentuk masa depan pasar skutik dengan menciptakan konsep dan segmen baru," ungkap Marco Noto La Diega Managing Director PT Piaggio Indonesia dalam keterangan resminya kepada Okezone.

Vespa LXV 150ie 3Valves memiliki fitur-fitur canggih seperti mesin berkapasitas 150 cc dengan 3 katup, generasi ECU terbaru, system free wheel electric stater. Vespa mengklaim konsumsi bahan bakar Vespa 150ie 3Valves jika digunakan dengan kecepatan stabil mencapai 50km/jam.

Selasa, 01 Oktober 2013

Sejarah Vespa Congo

Vespa masuk ke Indonesia Vespa masuk ke Indonesia pada tahun 1960 melalui ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) PT Danmotors Vespa Indonesia/DVI di Pulo Gadung Jakarta yang sekarang sudah tidak aktif lagi (sekarang dipegang oleh PT Sentra Kreasi Niaga/SKN sebagai dealer utama saja. Note: Bukan importir atau distributor eksklusif).Vespa Congo Vespa Kongo adalah vespa penghargaan dari pemerintah Indonesia kepada kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Kongo saat itu. Pasukan bernama Kontingen Garuda (disingkat KONGA atau Pasukan Garuda) yang turut diperhitungkan di dunia dibandingkan pasukan perdamaian negara lain itu adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Awalnya, saat Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Mesir langsung mengadakan sidang menteri luar negeri negara-negara Liga Arab dan merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia dengan datang langsung ke Ibu Kota RI waktu itu yaitu Yogyakarta. Untuk membalas budi Mesir dan Liga Arab, Presiden Sukarno membalas pembelaan negara-negara Arab di forum internasional dengan mengunjungi Mesir dan Arab Saudi pada 1956 dan Irak pada April 1960. Pada 1956 itu, ketika Majelis Umum PBB memutuskan menarik mundur pasukan Inggris, Prancis dan Israel dari wilayah Mesir, Indonesia mendukung keputusan itu dan untuk pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I. KONGA II dikirim ke Kongo pada 1960 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 1.074 orang, bertugas di Kongo September 1960 hingga Mei 1961. KONGA III dikirim ke Kongo pada 1962 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 3.457 orang, terdiri atas Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur, bertugas hingga akhir 1963. Menpangad Letjen TNI Ahmad Yani pernah berkunjung ke Markas Pasukan PBB di Kongo (ketika itu bernama Zaire) pada tanggal 19 Mei 1963. Setelah menyelesaikan tugas perdamaian yang berat, Pasukan Garuda menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Vespa (sumber lain mengatakan ada juga penghargaan berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Di pasaran diketahui adanya vespa Kongo tahun 1963 untuk kontingen 2 dan 3. Kurang diketahui apakah kontingen 1 juga mendapatkannya, karena informasi semacam ini tidak mudah didapat. Yang menarik dan tidak diketahui banyak orang, pemberian vespa tersebut tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran dalam hal kepangkatan. Vespa berwarna hijau 150cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, disusul vespa berwarna kuning dan biru 125cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna membedakan vespa tersebut dari vespa lain yang satu tipe, disematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya. Maka berseliweranlah vespa-vespa tersebut di jalan-jalan sehingga vespa dengan pantat bulat tersebut dikenal sebagian masyarakat sebagai vespa Kongo, sementara sebagian lain justru menyamaratakan dengan nama vespa ndog (telur) karena bagian samping kanan kirinya bulat mirip telur. Vespa Congo tidak diproduksi di Italia melainkan di Jerman. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras daripada Vespa bulat umumnya, vespa ini memiliki tingkat kelengkapan yang lebih daripada vespa buatan Italia yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T). Jacob Oswald Hoffmann adalah orang Jerman yang berjasa memasukkan vespa ke Jerman. Kerjasama vespa dengan Hoffmann putus awal tahun 1955 karena Hoffmann mendesain model sport sendiri. Kemudian vespa bekerjasama dengan Messerschmitt Co. yang kemudian mengeluarkan produksi vespa pertamanya pada tahun 1955 itu juga. Mereka mengeluarkan dua model yaitu Vespa GS yang di Indonesia sering disebut sebagai GS versi Jerman dan 150 Touren. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957. Vespa GmbH Augsburg kemudian berdiri pada tahun 1958 sebagai sebuah perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Saat kerjasama dengan Augsburg inilah Vespa Congo diorder untuk Indonesia. Kedua model yang dibuat saat berkongsi dengan Messerchmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan skuter dan diproduksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Selanjutnya, Jerman memilih hanya mengimpor Vespa langsung dari Itali. Ciri khas Vespa Congo : 1. Spakboard bulat tidak ada sambungannya seperti vespa umumnya. 2. Ring (pelek/teromol) 10 inchi. 3. Punya tonjolan seperti tombol/saklar di sambungan koplingnya (posisi setang sebelah kiri). 4. Spidometer kotak & agak besar (berbeda dengan spidometer VNA/VNB). 5. Ada lambang garuda di body depan sebelah kiri (sekarang jarang yang ada). 6. Di atas spidometer ada lampu kecil seperti lampu cabe. 7. Nomor mesin diawali dengan kode VGLB. 8. Pada BPKB tercantum tulisan ex Brigade Garuda III.

Salam Dari Vespa Family

Kelebihan scooter Vespa dibanding sepeda motor lainnya





 Orang memilih suatu jenis alat transportasi tentu dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi dari penggunaan alat transportasi tersebut. Demikian halnya dalam memilih scooter vespa sebagai alat transportasi. Pada umumnya orang menjatuhkan pilihan pada scooter vespa karena mengetahui beberapa diantara kelebihan-kelebihan Scooter vespa dibawah ini :
  1. Konstruksi mesin lebih sederhana.
  2. Tingkat perawatan mesin lebih mudah karena tidak memerlukan mekanisme katup untuk pengaturan pemasukan bahan bakar maupun pembuangan gas sisa pembakaran.
  3. Pemakaian oli mesin (oil transmisi) lebih hemat, karena oli mesin tidak melumasi komponen pembakaran.
  4. Penggunaan oli transmisi hanya ± 300cc.
  5. Tarikan / akselarasi spontan.
  6. Sistem pendingin mesin menggunakan udara yang diatur oleh “rotor with fan” sehingga lebih stabil sesuai dengan tingkat kecepatan mesin.
  7. Sistem penggerak tenaga langsung (sistem transmisi roda gigi) tanpa perantara rantai sehingga efesiensi tenaga lebih besar serta daya tanjaknya lebih kuat.
  8. Pengemudi terbebas dari pengaruh panas mesin karena seluruh mesin tertutup sehingga tingkat kenyamanan saat mengendarai lebih terjamin.
  9. Kaki pengemudi terbebas dari tugas (kecuali saat mengerem) sehingga kenyamanan saat mengemudi benar-benar dapat dirasakan.
  10.  Dalam kondisi medan berair / berlumpur kaki terbebas dari percikan air/lumpur karena dilengkapi dengan lantai. 
  11.   Dilengkapi dengan perlengkapan yang praktis yaitu : 
  • Bagasi yang dapat dikunci
  • Gantungan tas atau benda yang aman 
  •  Kunci yang multiguna, yaitu satu kunci yang dapat dipergunakan untuk mengunci bagasi, sadel, dan  kemudi.
   12.    Dilengkapi roda cadangan sehingga apabila salah satu ban kempes/bocor dapat langsung diganti.
   13.    Ban depan dan ban belakang dapat saling ditukar sekaligus dengan peleknya.
   14.    Dilengkapi dengan tool kit.

Vespa Px Racing

        

       


       

Gambar Vespa Tahun Tua








       

Vespa Family

Lebih Mahal dari Mobil Murah, Apa Istimewanya Vespa 946?

Syubhan Akib - detikOto







Vespa baru saja meluncurkan motor flagship terbaru mereka, Vespa 946. Motor ini berharga lebih mahal dari mobil yang masuk kategori LCGC seperti Daihatsu Ayla atau Toyota Agya. Lalu, apa sebenarnya keunggulan motor ini?


Dilepas seharga Rp 146 juta, Vespa 946 langsung menghentak para pecinta roda dua Indonesia. Ini adalah salah satu motor yang paling diimpikan banyak orang karena ini bukanlah motor massal, diproduksi terbatas.

Namun dengan harga setinggi itu, apa saja sebenarnya keunggulan motor ini? "Banyak," jawab Managing Director PT Piaggio Indonesia Marco Noto La Diega di Denpasar, Bali.

Dia lalu menjelaskan kalau motor ini merupakan reproduksi dari prototipe Vespa MP6 pertama yang mewakili gaya Italia yang terbaik dengan pendekatan craftmanship di dalam dimensi yang futuristik.

Garis Vespa legendaris telah dibenamkan pada sejarah desain. Beberapa pen-stroke brillian menghasilkan salah satu simbol dari kreatifitas Italia dan meluncurkan kisah tak berakhir dari sukses yang luar biasa. Perhatian terhadap detail telah menjadi bagian integral dari Vespa 946 sedari awal melalui proses hand-made yang terdepan.

Vespa 946 terkait kuat dengan sejarah desain dan keindahan bentuk yang menempatkannya sebagai ikon state-of-art. Vespa 946 disertai dengan berbagai aksesoris menarik yang tidak hanya meningkatkan fungsionalitas dari Vespa 946 tetapi juga menambahkan sentuhan gaya yang sebenarnya bagi pengendara

"Jadi para pembelinya akan mendapat desain terbaik dari sejarah desain terbaik. Ini adalah seni. Mungkin terdengar mahal, tapi ini seni. Ini seperti orang melihat lukisan, patung. Ketika orang tahu lukisan itu sebuah karya seni yang bagus, dia akan membelinya. Ini bukan masalah mahal atau murah, ini masalah seni," jelasnya.